Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Prov. Jawa Barat Kunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga Kel.Margabakti
INDOEKSPRES.ONLINE. (KOTA TASIK) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Barat (Jabar), mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga Kampung Nyangga Hurip Kel.Margabakti Kec.Cibeureum Kota Tasikmalaya. Jumat (15/11/19).
Dalam kesempatan itu turut mendampingi Camat Cibeureum, Lurah Margabakti, Bhabinsa,
Bhabinkamtibmas, Perwakilan Dinas Pertanian serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Iis selaku ketua KWT Kenanga mengatakan program ini sejalan dengan program dari pemerintah kota. Dan awal pembentukan KWT ini saya ingin masyarakat khususnya yang berada dilingkungan rumah saya, RT saya dan warga di Margabakti ini. Walaupun tidak mempunyai lahan yang besar tetapi bisa memanfaatkan Pekarangan rumahnya untuk menanam minimal tanaman itu bermanfaat bagi rumah tangganya sendiri dulu, contohnya seperti kangkung, bayam, dan cabe. itu adalah makanan sehat sehari-hari.
KWT itu bukan hanya kelompok tani saja, dalam arti luas dengan adanya kelompok wanita bisa diartikan warga memiliki kegiatan yang menunjang ekonomi keluarga, terutama Ibu-ibu dan remaja yang belum bekerja biar punya kreatifitas. KWT ingin mengadakan pelatihan-pelatihan, dibidang kerajinan tangan atau kuliner sesuai keinginan warga,"ujarnya.
"Ia menginginkan seminggu sampai dua minggu setelah pelatihan warga bisa mengerjakan dirumahnya sendiri. dan hasilnya KWT ambil dan akan dijual produknya ke UMKM, karena KWT sendiri sudah ada kerjasama sesuai bidang Produk yang dijual. Minimal kebutuhan Ekonomi keluarga yang mendasar bisa terpenuhi.
“Harapan KWT ini pertama bisa bermanfaat untuk dirumahnya sendiri, yang kedua untuk warga, dan yang ketiga untuk masyarakat luas,"ucap Iis.
Sementara Drs H.Aceng perwakilan dari Dinas Pertanian mengatakan. Saya sangat menyambut dengan tangan terbuka dengan adanya Kelompok Wanita Tani (KWT) ini, yang dari bawah jadi bukan hanya kita bentuk karena kalau kita bentuk berarti ada pemaksaan bagi saya, tapi kalau dilakukan ibu-ibu dari bawah dari hati nurani Insya Allah pertanian ini akan dapat maju bersama.” Ungkapnya.
Lanjut Aceng, dalam melakukan sebuah usaha jangan sekedar ikut-ikutan orang lain, namun berdasarkan keinginan diri sendiri. "Dengan berdirinya KWT ini dapat membantu ibu-ibu," harapnya.
"Upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat pada masa mendatang, katanya, sebagai kebutuhan penting, salah satunya melalui pembinaan dan pendampingan terhadap KWT berupa kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut meningkatkan peran masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam menggeluti dunia pertanian perkotaan sekaligus menjawab permasalahan krisis ruang terbuka hijau, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan lahan sempit di lingkungan masing-masing, misalnya dengan budi daya tanaman sayuran.
“Kami berharap dengan adanya Kelompok Wanita Tani ini akan memotivasi warga lainnya dengan memanfaatkan lahan untuk ekonomi keluarga,”pungkasnya.
Jurnalis : Ariyanto
Penulis : Andi



No comments