• Berita Terbaru

    Direktur Rumah Sakit Jepang Kunjungi SMK Duta Pratama Indonesia


    KOTA TASIK, INDOEKSPRES.ONLINE -  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Duta Pratama Indonesia (DPI) mendapat kunjungan dari tamu Negeri Sakura (Jepang)  yaitu direktur salahsatu rumah sakit di jepang dan ketua yayasan Perguruan tingi, tamu dari Jepang dan ketua yayasan Perguruan tinggi di terima oleh pihak sekolah di SMK DPI yang beralamat di Kelurahan Cipawitra Kec.Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Kamis (12/09/19).

    Hadir pada acara tersebut Chairman Okayama of Institute Language (Mrs. Hiroko Katayama). Direktur Konan Gakue Hospital (Yamamoto). Pengawas Pembina perwakilan dari Kcd H.Usep Ruslan,M.Pd, Ketua Yayasan Duta Pratama Purwati SKM, Kepala Sekolah SMK Duta Pratama Indonesia Berta Widiastuti, S.Pd, CEO Sentra Global Edukasi (SGE) Rudi Subianto.

    Berta Widiastuti.S.Pd selaku Kepala Sekolah SMK DPI mengatakan, tujuan kedatangan/kunjungan tamu dari Jepang tersebut untuk mengadakan penandatanganan kerjasama antara pihak SMK DPI dengan pihak Rumah Sakit dan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Jepang."Ini merupakan program bea siswa dan ini sudah kali kedua diadakan, untuk siswa yang akan berangkat ke Jepang dari Tasikmalaya jumlahnya ada 9 orang, Siswa DPI yang terpilih 4 orang, sedang yang 5 lagi berasal dari dua sekolah yang ada di Kota Tasikmalaya. Siswa yang akan berangkat ke Jepang selama dua bulan ke belakang sudah mendapat pelatihan bahasa Jepang yang di laksanakan di SMK DPI,"ucapnya.

    "Pihak Sekolah merasa bangga dimana ada perwakilan dari sekolahnya yang bisa Go Internasional dan mendapat peluang yang baik untuk masa depan mereka untuk bisa mendapatkan pendidikan sekilah tinggi dan mereka juga bisa bekerja paruh waktu di Jepang. Siswa DPI sewaktu program awal ada dua yang terpilih, sekarng sudah di Jepang, bahkan sewaktu ditanya lewat telepon mereka berdua merasa betah. Program bea siswa pendidikan ke Jepang ini melalui seleksi, jumlahnya pun se Jawa Barat dibatasi hanya 30 orang saja. Dalam penyeleksian pun salah satu diantaranya adalah kesiapan mental siswa tersebut karena berada jauh dari keluarga," tandasnya

    "Untuk keberangkatannya akan dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober mendatang dan akan dilepas di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat," tambah Berta.

    Jurnalis : H Amir

    No comments

    Post Top Ad

    header ads

    Post Bottom Ad

    header ads